Search

Membedah Faktor X Oppo Find X

Udara terik hari itu (28/07) di Surabaya tak pelak membuat banyak dari kami mulai menyeka keringat dan menjadikan benda apapun yang terdekat sebagai kipas. Meski begitu, semangat mengikuti Gadget Story yang diadakan Oppo Indonesia bersama Kompas.com tetap full bahkan semakin menjadi-jadi ketika beberapa panitia mulai sibuk menata x-banner tambahan di beberapa sudut tempat acara, belum lagi si presenter yang sering memberi bocoran rangkaian acara lewat microphone.

IMG20180728174758-01

Tak heran bila banyak peserta rela menempuh perjalanan antar kota, antar propinsi hingga antar pulau demi hadir ke acara tersebut sebab kesempatan langka untuk menjajal salah satu smartphone terbaik di Indonesia bahkan dunia memang sangat sayang untuk dilewatkan.

Waktu bergulir cepat hingga saat yang dinanti-nanti pun tiba. Serangkaian pembukaan, talkshow serta tanya jawab semakin meriah dengan hadirnya primadona hari itu: Oppo Find X, The Future Flagship!

Semua mata terpana, seluruh excitement tumpah ruah dalam balutan kemewahan gadget kinclong yang sore itu tampil menawan, mencuri perhatian. Setelah diutak atik, ada beberapa faktor x yang rasanya too good to be true tapi nyatanya memang real. Penasaran? mari kita bedah satu per satu ..

Layar tanpa ‘poni’

Ngomongin soal smartphone, jika ada yang menandai evolusi nya mungkin bisa dilihat dari layar. Sejenak kita ingat ponsel legendaris dengan komposisi layar dan keypad berbanding 50:50 dimana ukuran layar dan keypad hampir sama atau bahkan sebaliknya, bagian keypad lebih besar daripada layarnya.

Tren kemudian bergeser dengan hadirnya ponsel dengan keypad berbentuk qwerty. Komposisi huruf ‘berserakan’ membuat body ponsel menjadi lebih lebar, diikuti dengan layar di hampir separuh bagian ponsel. Masih sama dengan pendahulunya, namun dengan space lebih lebar.

Tak lama setelahnya, tren berganti. Smartphone layar sentuh merajai pasar ponsel hampir di seluruh dunia. Tanpa tombol fisik, ponsel layar sentuh memberi pengalaman ruang jelajah yang tidak hanya ‘lega’ tapi juga praktis dan minim resiko kerusakan tombol. Meski begitu, kebanyakan gadget layar sentuh masih menyisakan ruang kosong di bagian tepi, atas dan bawah nya alias tetap saja bagian layar ponsel hanya sekian persen dari body-nya.

IMG20180728171450-01
screen to body ratio 93,8%, tanpa ‘poni’

Tapi bagaimana jika ada smartphone yang hadir dengan rasio layar mencapai 93,8%?

Kecanggihan layar Panoramic Arc Screen yang memakai teknologi COP Flexible Screen pada Oppo Find X membuat penggunanya bisa menikmati layar smartphone nyaris utuh mencapai masing-masing sisi bahkan tanpa ‘poni’ di bagian atas.

Mungkinkah?

Why not if you own a future flagship?!

Kamera misterius

Dengan komposisi screen to body ratio sebesar 93,8% dan tanpa ‘poni’, tentu ada satu kejanggalan yang patut dipertanyakan. Bagaimana dengan kamera pada perangkat tersebut? Apakah smartphone  ini justru hadir tanpa kamera atau kamera ala kadarnya agar tak mengganggu layar?

Heuheu, a big NO!

IMG20180728162414-01

Bukan Oppo namanya jika mengabaikan urusan fotografi bagi penggunanya. Teknologi Stealth 3D Camera siap memanjakan sekaligus membuat takjub siapapun yang menggunakanya. Bagaimana tidak, teknologi ‘kamera tersembunyi’ ini bisa dibilang merupakan pelopor kamera anti mainstream untuk ponsel pintar.

Saat tidak digunakan, kamera pada Oppo Find X akan tersembunyi rapi di body ponsel namun begitu tombol kamera ditekan maka fuala … !

Seketika kamera canggih akan keluar dari bagian atas smartphone. Ajaib!

Belum puas dengan keajaiban bentuk fisik kamera ‘misterius’ nya, Oppo Find X juga akan memanjakan penggunanya dengan beragam fitur fotografi yang bakal mengundang decak kagum. Sebut saja fitur stiker, slow motion, bi color, tampilan bokeh pada background, mode panorama, dan sebagainya. Kamera Oppo Find X sendiri memiliki resolusi 25 MP dengan sensor IMX 576 untuk kamera depan serta 16 MP dan 20 MP untuk kamera belakang.

IMG20180728170142

Bagaimana dengan keamanan kamera rahasia ini?

Tenang, selain dilapisi Corning Gorilla Glass 5, kamera Oppo Find X juga telah diuji sebanyak kurang lebih 300.000 kali sehingga menjamin fungsi pop-up nya aman digunakan hingga bertahun-tahun.

Tak berhenti di kamera, fitur face unlock pada Oppo Find X juga tak kalah menarik. Dengan 3D face recognition Oppo adalah ponsel pintar pertama yang menggunakan 15.000 titik pengenalan wajah dan analisis cerdas yang 20 kali lebih aman dari sidik jari.

IMG20180728171017-1
selfie on Oppo Find X
IMG20180728174235
mode bi-color. model: Detha

Dapur pacu fantastis

Beragam fitur dan kecanggihan teknologi tentu hanyalah isapan jempol jika tak didukung dengan dapur pacu serta pendukung produktifitas dan efektifitas perangkat. Oppo Find X menjawab ini dengan membenamkan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 , didukung dengan RAM sebesar 8GB dan penyimpanan internal 256 GB. Can you just imagine that?

IMG20180728172928-01
gak sabar mencoba Oppo Find X! (briefing challenge oleh para promotor Oppo Indonesia)

Sebuah komposisi sempurna untuk rahasia ‘dibalik layar’ performa tangguh Oppo Find X. Belum lagi dengan teknologi VOOC Flash Charge yang membuat proses charging menjadi sangat cepat dan efisien. Cocok untuk para pengguna smartphone dengan intensitas penggunaan tinggi namun memiliki waktu yang terbatas untuk men-charge perangkat. Katakan Bye bye pada ponsel lowbat dan nunggu charging nggak kelar-kelar!

Bagaimana? Masih terasa too good to be true untuk sebuah smartphone? Bersiaplah terpana karena Oppo Find X is real and the wait is over!

Perangkat ini bisa dibeli dengan harga Rp. 12.999.999 dan siap memanjakan siapapun dengan segudang fitur premium. Ingin meminang salah satunya?!

 

IMG20180728180156-01
Kupple Bar, Surabaya
IMG20180728184358-01
Para Peserta Gadget Story with Oppo Find X serius menyimak paparan narasumber tentang Oppo Find X
Advertisements

30 Hari Menata Hati

“Harusnya saya hari ini bangga dan bahagia, karena saya bisa merasakan sesuatu yang dulu bagi saya hanya mimpi. Dulu saya seperti kalian menjadi murid, tapi sekarang saya bisa berbicara di depan.”

Saya mulai terisak.

“…. tapi ternyata tidak. Saya justru sedih. Karena kesempatan pertama untuk berbicara disini, ternyata juga menjadi momen pamitan”

Sekuat hati saya menahan tangis. Tapi suara semakin bergetar tak karuan, kegiatan cuap-cuap di depan umum yang biasanya saya senangi, hari itu menjadi mengesalkan sekali. Kata-kata saya kacau luar biasa.

Saya coba mengalihkan kesedihan dengan bercerita bagaimana tempat itu melangitkan mimpi-mimpi saya. Masih juga tak mempan. Malah semua kenangan menyeruak begitu saja. Menghantam semua ketegaran yang coba saya bangun sedari pagi.

Langkah terakhir, saya mencari kekuatan dari sekitar. Saya menoleh ke belakang, memastikan mereka, para penyemangat saya, ada disana. Tapi nihil. Banyak dari mereka tidak ada. Belakangan saya tahu mereka sibuk ‘menghindar’.

Pagi itu, 15 Desember 2017. Salah satu hari paling emosional dalam perjalanan kerja saya.

Continue reading “30 Hari Menata Hati”

Selamat Bertambah Usia, Tanah Airku!

selamat bertambah usia, tanah air-ku ❤

Bojonegoro, yang di atas tanahnya saya berpijak dan dari airnya saya hidup, hari ini bertambah usia. tigaratus empat puluh tahun, angka nya tahun ini. sebuah usia yang telah dewasa, untuk tak menyebutnya tua

jangan tanyakan pada saya seperti apa euforia perayaan hari jadi nya. karena seperti setiap tahunnya, saya dan ribuan orang lain yang tinggal jauh dari kota tentu tidak menyaksikan puncak hari jadi nun jauh di kota sana. seumur-umur baru sekali saya ikut upacara hari jadi kabupaten saya sendiri, itupun karena dapat undangan khusus
disini, di kampung halaman saya yang 70 kilometer jauhnya dari pusat kota, saya hampir yakin bahkan banyak yang tidak sadar kabupatennya sedang berulang tahun
tiga ratus empat puluh tahun,
tak ada yang banyak berubah di kampung kami

Continue reading “Selamat Bertambah Usia, Tanah Airku!”

Cinta Emak di Pulo Cinta; Sebuah Perjalanan Hati (2)

IMG20170824164730-01

…. Dan sekarang, kami sudah sampai entah berapa puluh ribu kilometer jauhnya dari rumah. Siap menempuh perjalanan darat dan laut menuju entah..

 Pulo Cinta.. kami datang.

Pulo Cinta.. saksikanlah, kekuatan doa dan cinta Emak saya, akhirnya membawa kami hingga titik ini.

Kami bertemu pak Anton, driver yang sejak sehari sebelumnya telah kami terima kontaknya untuk mempermudah komunikasi. Fyi, jika kalian menginap di Pulo Cinta Eco Resort, perjalanan dari serta menuju bandara sudah termasuk ke dalam paket. Jadi tidak perlu khawatir akan kebingungan menemukan angkutan yang tepat.

 

IMG20170825162438-01

Pak Anton yang menjemput kami begitu sigap. Tidak bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang tidak pernah ada habisnya jika sudah menjejak tempat baru. Perjalanan 2 jam menuju kabupaten Boalemo tidak begitu terasa karena memang jalannya mulus tanpa jeglongan sewu. Ma’e terkagum-kagum dengan deretan ladang jagung dan kelapa di sepanjang jalan yang serasa tak ada habisnya, sementara saya sibuk membayangkan seperti apa Pulo Cinta yang akan menjadi rumah kami 3 hari kedepan.

Continue reading “Cinta Emak di Pulo Cinta; Sebuah Perjalanan Hati (2)”

Cinta Emak di Pulo Cinta ; Sebuah Perjalanan Hati

“Kalau niatnya untuk membahagiakan orang tua, pasti ada jalan”

 

Saya tidak akan lupa kalimat singkat mbak Nuniek Tirta, kurang lebih 1 bulan sebelum saya akhirnya bisa membawa Ma’e (ibu) dalam perjalanan #CintaEmakdiPuloCinta. Saya sempat pesimis, perjalanan itu terlalu jauh untuk saya. Bukan semata jaraknya, melainkan hal-hal teknis yang harus saya siapkan untuk menebusnya seperti ijin ke kantor, beli tiket pesawat untuk berdua, memastikan Ma’e siap menempuh perjalanan darat, udara dan laut sekaligus secara maraton, dan seterusnya. Saya yang biasanya selalu optimis, saat itu entah kenapa seketika ciut membayangkan konsekuensi perjalanan menggiurkan tersebut.

For your info, saya mendapat perjalanan ke Pulo Cinta  gratis setelah mengikuti giveaway yang diadakan mbak Nuniek Tirta di blog beliau. Saat hendak mengikuti giveaway tersebut, sebagai bentuk optimisme ikut giveaway (ehem!) saya sempet-sempetnya tanya ke salah satu sahabat baik saya, mau nggak saya nominasikan untuk diajak ke Pulo Cinta kalau misal menang? Unfortunately, dia jawab nggak bisa. Saya serius memikirkan siapa yang bakal diajak kalau menang karena ini menjadi salah satu poin pertanyaan di giveaway nya. Jadi saya nggak bisa mengarang bebas, harus sesuai kenyataan dan benar-benar saya  ajak kesana.

21041760_1814550208558524_3011900272210345984_n

Lalu gimana ceritanya bisa kepikiran ngajak Ma’e?

Continue reading “Cinta Emak di Pulo Cinta ; Sebuah Perjalanan Hati”

Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

“Technology won’t ever replace teacher, but those who use technology will replace who don’t.”

Begitu prakata saya ketika memulai presentasi di hadapan puluhan guru terbaik se-Jawa Timur kala itu. Kami berkumpul di sebuah hotel berbintang guna memenuhi undangan Kementrian Pendidikan untuk sebuah pelatihan bergengsi; Instruktur Nasional Guru Pembelajar.

Pelatihan ini istimewa karena kami tidak dipilih berdasarkan rekomendasi atau penunjukan siapapun (seperti lazimnya pelatihan bagi guru yang hanya melibatkan guru yang ditunjuk sekolah) melainkan berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) online yang digelar di seluruh Indonesia. Sehingga walau tempat pelatihannya di Surabaya, kami ditunjuk langsung oleh kementrian pusat. Kami termasuk orang-orang pertama yang ‘menikmati’ program Guru Pembelajar ini sebelum ribuan guru seluruh Indonesia mengikuti rangkaian programnya baik secara online maupun offline.

wp-1471873727844.jpeg
peserta pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar

Namun bukan itu yang hendak saya ceritakan. Selang beberapa jam setelah saya menyampaikan quote yang jleb itu, saya harus menerima kenyataan pahit: laptop saya kehabisan baterai dan charger nya sama sekali tidak bisa digunakan! Padahal tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya tidak sedikit dan pelatihan hari itu berakhir hampir jam 10 malam. So i didn’t have other choices, saya nekat memesan ojek online dan menulis nama sebuah pusat perbelanjaan elektronik yang letaknya cukup jauh dari lokasi pelatihan di kolom tujuan. Saya yang sama sekali buta arah, pasrah saja ketika driver dengan lihai membelah jalan raya.

Continue reading “Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202”

Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

Raut lelah terpancar di wajah semua rangers yang bertugas hari itu (11/06/2017) walau tak ada satupun yang mengeluh apalagi mangkir dari tugas menyelesaikan project. Tak kurang dari tujuh dusun  yang semuanya terletak di pelosok cukup jauh dari pusat kecamatan berhasil kami jangkau dalam kegiatan Margomulyo Youth Movement (MYM) Baksos Ramadhan 1438 Hijriyah. Kami membagikan Alqur’an, Iqro’ dan  buku-buku keagamaan ke masjid dan mushola di berbagai penjuru Margomulyo.

Sebulan sebelumnya, kami baru saja menyelesaikan Gerakan Margomulyo Menginspirasi di 21 Sekolah Dasar se-kecamatan Margomulyo. Kegiatan yang sudah berjalan selama 2 tahun berturut-turut ini bahkan mulai menarik perhatian rekan-rekan dari kabupaten hingga provinsi. Release berita kami juga mulai tersebar hingga media nasional. Sebuah pencapaian matoh bagi kami yang bahkan sekedar basecamp resmi saja belum punya.

Continue reading “Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement”

#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa

Kalau baca jargon Dari Desa untuk Indonesia atau Dari Desa untuk Dunia misalnya, tentu sudah biasa dan mainstream, kan? Bagaimana kalau Dari Desa untuk Desa?

Hmm, itulah yang saya rasakan ketika pagi itu (12/05) berkesempatan sejenak berbagi di SMK Kehutanan Widya Nusantara, Maros, Sulawesi Selatan. Pak Bagus, sang kepala sekolah, sudah berulang kali memberi prolog bahwa sekolah beliau seperti sekolah Laskar Pelangi. Sekolah sederhana dengan jumlah murid yang sedikit, namun semangatnya luar biasa. Mengingatkan saya pada sekolah-sekolah di desa Ngelo, Margomulyo. Continue reading “#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa”

Powered by WordPress.com.

Up ↑