Search

Betapa Mudahnya Menebar Hoax

Dulu mungkin kita berpikir bahwa menciptakan dan menyebarkan konten hoax hanya bisa dilakukan oleh para ahli IT, buzzer profesional atau setidaknya para pegiat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Namun kini konten hoax dengan mudah kita temui berseliweran di layar gadget bahkan mungkin tanpa sengaja kita pun ikut andil menyebarkannya. Yang lebih parah, kini siapapun bisa dengan sangat mudah membuat konten hoax.

Kurang lebih satu minggu yang lalu misalnya. Saya diberondong beragam komentar dari banyak orang gara-gara mengupload screenshoot ini,

Continue reading “Betapa Mudahnya Menebar Hoax”

Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Suatu Saat Kamu akan Mengerti

​Dulu saya sempat ‘marah’ ketika harus melepaskan cita-cita menjadi Pengajar Muda. Saya yang udah ikut roadshow, udah mikir outline essay, udah beli buku Indonesia Mengajar bahkan udah konsultasi dengan alumni Pengajar Muda harus memilih jalur lain. Jalur yang memberi beberapa bulan masa galau dan jetlag.


Saya juga sempat protes dalam hati ketika mimpi jadi announcer tercapai, persis di stasiun radio impian. Bukan karena radionya, melainkan proses traaining sebelum bisa on air yang sangat menguji komitmen. Bukannya langsung bisa mengudara, saya harus belajar smiling voice, senam muka, menyusun playlist, mendengar ribuan lagu bahkan merubah gaya bicara agar cukup layak menyapa pendengar. Semuanya dari nol, bahkan sedikit ‘modal’ cerewet saya sama sekali tak berarti. Saya capek, saya sempat akan menyerah, saya sempat iri pada announcer junior di radio lain yang prosesnya jauh lebih simple.


You know what?

Pada akhirnya saya sekarang sadar semua marah, kecewa, capek dan perasaan ‘i should not be here’ itu justru adalah hal-hal yang tak seharusnya pernah saya simpan. Bagaimana tidak, justru karena plan A saya tidak berjalan itulah maka Allah memberi kesempatan untuk menjalani plan B hingga Z yang bahkan tak pernah saya bayangkan sebelumnya.


‘Kemarahan’ saya pada mimpi Indonesia Mengajar, adalah salah satu bahan bakar energi saya untuk MYM. Ternyata justru ada banyak PR di kampung halaman saya yang tak kalah menantang dibanding lokasi penempatan Pengajar Muda. Begitupun dengan semua training melelahkan di studio yang sempat saya benci, ternyata adalah penyumbang terbesar dalam hampir semua aktifitas saya menggerakkan anak-anak muda.


Tak pernah ada yang sia-sia. Bahkan untuk hal-hal yang kadang tidak kita terima secara logika. Maka untukmu yang mungkin sekarang sedang marah pada keadaan atau berpikir untuk menyerah, simpan saja kecewamu dan kelak kamu akan berterima kasih pada setiap episode itu. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat kamu akan mengerti.


Ini adalah pengingat bagi saya sendiri, sebenarnya. Bahwa setiap kejadian pasti menyimpan hikmah dan tujuan, walau kadang itu harus dibayar mahal dengan air mata, marah atau hati yang berdarah. Walau butuh waktu lama untuk menyadari hal-hal itu, semoga saya selalu ingat.
Maka terima kasih untukmu yang selalu ada dalam setiap episode marah dan kecewaku. Karena kamu yang tetap bersetia dalam kecewa, sudah tentu layak diingat ketika berbahagia. 💝

Andai Semua Orang Pernah Ikut Lomba Debat

Banyak kesempatan luar biasa yang sangat saya syukuri dalam hidup. Jalan-jalan gratis, gadget gratis, para sahabat baik, ketemu orang penting atau mendapat penghargaan bisa saja saya tulis di urutan atas. Tapi sepertinya saya berubah pikiran. Yang perlu saya tulis di urutan atas justru adalah kesempatan yang pernah membuat saya stres berkepanjangan: lomba debat.

Continue reading “Andai Semua Orang Pernah Ikut Lomba Debat”

Tiga Ribu Pohon dan Sebungkus Nasi Kucing

masih ingat gerakan menanam 3000 pohon dalam #MargomulyoNandur #OmNandurOm yang pernah saya share di media sosial beberapa hari lalu?

saya ikut menanam di beberapa titik di sepanjang jalan sambil mendokumentasikan kegiatan. ada cukup banyak foto menarik tapi saya justru paling terkesan dengan foto di bawah ini. foto ala kadarnya yang saya ambil di desa terakhir yang berbatasan dengan kecamatan Ngraho. Continue reading “Tiga Ribu Pohon dan Sebungkus Nasi Kucing”

Perang Kepemimpinan di Festival HAM 2016

Ruang Partnership di Lantai 2 gedung baru Pemkab Bojonegoro pagi itu (01/12) serasa berubah menjadi ruang ‘perang kepemimpinan’ antar setidaknya 4 kepala daerah. Didukung dan disaksikan langsung oleh staf ahli menteri, ketua Komnas HAM serta direktur International NGO  Forum on Indonesian Development. Andaikata Najwa Shihab ada disana kala itu, saya yakin ruangan yang penuh sesak oleh audiens hingga meluber keluar itu bisa seketika disulap jadi studio Mata Najwa, apalagi beberapa jurnalis Metro TV sudah stand by disana.

wp-1480734446039.jpeg

Continue reading “Perang Kepemimpinan di Festival HAM 2016”

​Ingin Datang ke Festival HAM 2016? Download Jadwalnya Disini!

Mulai hari ini (30 November) hingga 02 Desember mendatang, Bojonegoro akan menjadi tuan rumah Festival HAM 2016. Bojonegoro dipilih karena keberhasilannya menjadi kota ramah HAM dengan berbagai praktik nyata penerapan sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat maupun inovasi pemerintahan.

Fetival HAM 2016 sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa jenis kegiatan seperti seminar, diskusi dan field visit untuk menyaksikan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal di Bojonegoro, sesuai dengan tema yang diusung.

Festival ini juga akan dihadiri banyak tokoh penting baik nasional maupun internasional yang concern pada isu-isu HAM. Event ini gratis dan terbuka untuk siapapun yang ingin menjadi saksi bagaimana praktik menjaga pancasila dan HAM dirayakan di berbagai penjuru tanah air, khususnya di Bojonegoro.

Nah, buat Anda yang ingin berkunjung ke Festival HAM 2016, ada baiknya mendownload terlebih dahulu booklet informasi jadwal sesi seminar maupun diskusi dan field visit agar mendapat gambaran seperti apa jalannya Festival HAM 2016. Booklet dan infografis ini nantinya juga akan disediakan di venue kegiatan oleh panitia.
Berikut link download booklet dan infografis Festival HAM 2016 dari situs resmi INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) :

⬇⬇

Download Booklet dan Infografis Festival HAM 2016

 

wp-1480462779436.jpeg

Masjid Al-Huda: Jejak Keluarga Ir. Soekarno di Margomulyo

Berbicara tentang masyarakat Samin memang serasa tak ada habisnya. Apapun yang saya share di media sosial tentang Samin, biasanya akan menuai beragam reaksi. Mulai dari yang kepo, biasa aja, curiga, mencibir atau yang to the point: “Kok kamu bangga gitu nulis tentang Samin, Win?”

Continue reading “Masjid Al-Huda: Jejak Keluarga Ir. Soekarno di Margomulyo”

Merayakan Pancasila di Pematang Sawah Kalipang

Andaikata seluruh penyanyi di dunia ini lenyap, saya kira dunia masih akan baik-baik saja. Pun ketika misalnya seluruh pemain bola  berhenti berkarir,  kita juga masih akan baik-baik saja. Toh perut kita tak akan kenyang mendengar suara merdu atau menonton satu bola menjadi rebutan banyak orang.

Tapi bagaimana jika yang lenyap dan berhenti berkarir adalah seluruh petani di muka bumi ini?

**

Continue reading “Merayakan Pancasila di Pematang Sawah Kalipang”

Powered by WordPress.com.

Up ↑