Search

Perang Kepemimpinan di Festival HAM 2016

Ruang Partnership di Lantai 2 gedung baru Pemkab Bojonegoro pagi itu (01/12) serasa berubah menjadi ruang ‘perang kepemimpinan’ antar setidaknya 4 kepala daerah. Didukung dan disaksikan langsung oleh staf ahli menteri, ketua Komnas HAM serta direktur International NGO  Forum on Indonesian Development. Andaikata Najwa Shihab ada disana kala itu, saya yakin ruangan yang penuh sesak oleh audiens hingga meluber keluar itu bisa seketika disulap jadi studio Mata Najwa, apalagi beberapa jurnalis Metro TV sudah stand by disana.

wp-1480734446039.jpeg

Continue reading “Perang Kepemimpinan di Festival HAM 2016”

​Ingin Datang ke Festival HAM 2016? Download Jadwalnya Disini!

Mulai hari ini (30 November) hingga 02 Desember mendatang, Bojonegoro akan menjadi tuan rumah Festival HAM 2016. Bojonegoro dipilih karena keberhasilannya menjadi kota ramah HAM dengan berbagai praktik nyata penerapan sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat maupun inovasi pemerintahan.

Fetival HAM 2016 sendiri akan dilaksanakan dalam beberapa jenis kegiatan seperti seminar, diskusi dan field visit untuk menyaksikan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal di Bojonegoro, sesuai dengan tema yang diusung.

Festival ini juga akan dihadiri banyak tokoh penting baik nasional maupun internasional yang concern pada isu-isu HAM. Event ini gratis dan terbuka untuk siapapun yang ingin menjadi saksi bagaimana praktik menjaga pancasila dan HAM dirayakan di berbagai penjuru tanah air, khususnya di Bojonegoro.

Nah, buat Anda yang ingin berkunjung ke Festival HAM 2016, ada baiknya mendownload terlebih dahulu booklet informasi jadwal sesi seminar maupun diskusi dan field visit agar mendapat gambaran seperti apa jalannya Festival HAM 2016. Booklet dan infografis ini nantinya juga akan disediakan di venue kegiatan oleh panitia.
Berikut link download booklet dan infografis Festival HAM 2016 dari situs resmi INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) :

⬇⬇

Download Booklet dan Infografis Festival HAM 2016

 

wp-1480462779436.jpeg

Masjid Al-Huda: Jejak Keluarga Ir. Soekarno di Margomulyo

Berbicara tentang masyarakat Samin memang serasa tak ada habisnya. Apapun yang saya share di media sosial tentang Samin, biasanya akan menuai beragam reaksi. Mulai dari yang kepo, biasa aja, curiga, mencibir atau yang to the point: “Kok kamu bangga gitu nulis tentang Samin, Win?”

Continue reading “Masjid Al-Huda: Jejak Keluarga Ir. Soekarno di Margomulyo”

Merayakan Pancasila di Pematang Sawah Kalipang

Andaikata seluruh penyanyi di dunia ini lenyap, saya kira dunia masih akan baik-baik saja. Pun ketika misalnya seluruh pemain bola  berhenti berkarir,  kita juga masih akan baik-baik saja. Toh perut kita tak akan kenyang mendengar suara merdu atau menonton satu bola menjadi rebutan banyak orang.

Tapi bagaimana jika yang lenyap dan berhenti berkarir adalah seluruh petani di muka bumi ini?

**

Continue reading “Merayakan Pancasila di Pematang Sawah Kalipang”

PERJALANAN KURIKULUM INDONESIA; POTRET PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DARI MASA KE MASA

Kita semua tentu sepakat bahwa Pendidikan adalah salah satu ‘jalan utama’ penentu kemajuan sebuah bangsa. Kemajuan pendidikan berarti kemajuan pola pikir dan kompetensi generasi muda yang siap meneruskan perjalanan pembangunan di segala sektor.

Pun ketika beragam masalah muncul di masyarakat baik dalam tatanan pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya dan seterusnya, pendidikan menjadi salah satu aspek yang kerap dijadikan kambing hitam. Perilaku koruptif diidentikkan dengan proses pembelajaran yang salah, sikap generasi muda yang kurang terpuji disinyalir karena guru tidak cakap dalam mendidik moral, kasus kecanduan teknologi merupakan dampak negatif dari semakin bertambahnya kemampuan siswa di bidang IT, dan sebagainya.

Ibarat pepatah, maju kena mundur kena. Pendidikan memang salah satu fondasi sekaligus benteng pertahanan sebuah peradaban. Maka tak adil rasanya jika menilai pendidikan nasional Indonesia hanya dari satu sisi semata. Kita tidak bisa semena-mena menyebutnya gagal karena masih banyak pejabat yang korupsi atau minimnya minat baca di kalangan pelajar, namun kita juga tidak boleh merasa di atas awan ketika para pelajar sukses mengharumkan nama bangsa di ajang bergengsi tingkat internasional atau banyaknya anak muda Indonesia mendunia lewat start up keren yang tak lain adalah salah satu hasil dari proses pendidikan itu sendiri. Continue reading “PERJALANAN KURIKULUM INDONESIA; POTRET PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DARI MASA KE MASA”

MIMPI BESAR BERNAMA GURU PEMBELAJAR

Beliau tampak takzim menatap layar komputer jinjing. Berkali lipat lebih serius daripada saat menjelaskan teori Matematika pada saya, bertahun lalu. Maklum, hari itu beliau akan menghadapi Tes Sumatif secara daring. Agar fokus menghadapi tes, para siswa di kelas telah diberi tugas mengerjakan LKS. Tak apalah meninggalkan jam mengajar demi aplikasi yang sudah empat minggu menyita perhatian : Guru Pembelajar Online.

** Continue reading “MIMPI BESAR BERNAMA GURU PEMBELAJAR”

Pacitan adalah Tahu Tuna

 

Beberapa hari belakangan ini grup Whatsapp Margomulyo Youth Movement heboh dengan rencana #MYMPiknik. Sekedar refreshing sejenak setelah berbagai agenda yang menyita waktu, tenaga, pikiran bahkan dana dari masing-masing ranger.

Saya menyodorkan beberapa rekomendasi destinasi mulai gunung hingga pantai. Tak kalah semangat dengan ranger lain yang juga punya versi destinasi ideal ala mereka. Perlu beberapa pertimbangan dan perdebatan alot sambil ngguya ngguyu hingga akhirnya keputusan akhir nya adalah tempat yang sudah saya kunjungi tiga kali: Pacitan!

img_20151221_074926
Pantai Klayar, Pacitan : dokumen pribadi

 

Continue reading “Pacitan adalah Tahu Tuna”

LUPAKAN DIET, MARI PERGI KE SULAWESI UTARA!

jelajah-gizi

 

Makanan selalu punya caranya sendiri untuk mengikat hati. Entah itu Soto Pepaya buatan Mak saya di Margomulyo atau Sambalado super pedas bikinan Amak di Galogandang, Tanah Datar sana. Tak hanya menyihir lidah, melainkan meninggalkan rasa di hati dan akan selalu mengingatkan pada episode-episode tertentu dalam perjalanan kehidupan.

Makanan pula lah yang membuat saya homesick dan nangis-nangis bombay di minggu-minggu awal kuliah, ketika untuk pertama kalinya jauh dari Mak’e. Saya pindah ke lingkungan yang jauh lebih modern dengan menu makanan lebih mewah serta keluarga baru yang lebih ‘gaul’ dan melek teknologi. Tapi nyatanya semua belum cukup membuat saya bisa mengatakan bahwa cheese cake lebih enak dari gethuk, atau sirloin steak lebih enak dari sarden ikan asin buatan Mak. Ini bukan sekedar urusan #NdesoGarisKeras atau lidah tak bisa bohong. Tapi karena sadar atau tidak, setiap kali kita mencecap rasa makanan, hati kita ikut merasakannya. Makan bukan sekedar urusan perut, apalagi kalau kita tahu benar proses dibalik hidangan yang tersaji itu. Saya mah orangnya gitu, selalu pakai hati, cyiin!

  Continue reading “LUPAKAN DIET, MARI PERGI KE SULAWESI UTARA!”

Powered by WordPress.com.

Up ↑