Search

Selamat Bertambah Usia, Tanah Airku!

selamat bertambah usia, tanah air-ku ❤

Bojonegoro, yang di atas tanahnya saya berpijak dan dari airnya saya hidup, hari ini bertambah usia. tigaratus empat puluh tahun, angka nya tahun ini. sebuah usia yang telah dewasa, untuk tak menyebutnya tua

jangan tanyakan pada saya seperti apa euforia perayaan hari jadi nya. karena seperti setiap tahunnya, saya dan ribuan orang lain yang tinggal jauh dari kota tentu tidak menyaksikan puncak hari jadi nun jauh di kota sana. seumur-umur baru sekali saya ikut upacara hari jadi kabupaten saya sendiri, itupun karena dapat undangan khusus
disini, di kampung halaman saya yang 70 kilometer jauhnya dari pusat kota, saya hampir yakin bahkan banyak yang tidak sadar kabupatennya sedang berulang tahun
tiga ratus empat puluh tahun,
tak ada yang banyak berubah di kampung kami
anak-anak Ngelo tetap riang bangun sepagi mungkin agar tidak terlambat datang ke sekolah di provinsi sebelah.  anak Matar masih belum tau siapa nama bupatinya, anak Kunir masih menganggap ‘listrik besar’ adalah barang langka dan anak Batang masih setia berjalan diantara lumpur tebal di pinggir hutan
Margomulyo masih setia dengan gerakan akar rumput. atau pemuda nya yang masih belum bosan jadi relawan “Lebih mudah mencari Margomulyo di dunia maya daripada menjelajah aslinya” kata kawan saya suatu hari. ia tentu belum pernah jatuh tercebur aliran Kali Gede atau berjibaku dengan lumpur di dusun Jeruk. karena kalau ia merasakannya sendiri,  ia tentu akan semakin yakin dengan pendapatnya
kami di kampung tak hafal kapan kabupaten kami berulang tahun, sebagaimana kami tak memasang bendera setiap bulan Agustus tiba
bukan, bukan karena kami tak cinta apalagi melupakan. semua karena kami sibuk dengan karya dan bakti masing-masing. sawah Kalipang selalu ramai oleh geliat para petani berkulit gelap terpanggang matahari, sebagaimana pasar Gubuk Dhuwur tak pernah sepi dan Sumi selalu menyanyi
di kota sana mungkin semua itu hanya akan menjadi sebaris dua baris data Wajah Bojonegoro untuk bahan evaluasi. sementara disini, detak demi detak kehidupan tak pernah sesederhana angka di atas kertas
apapun itu, kami cinta Bojonegoro ❤
#CatatanMissWinwin

Advertisements

Cinta Emak di Pulo Cinta; Sebuah Perjalanan Hati (2)

IMG20170824164730-01

…. Dan sekarang, kami sudah sampai entah berapa puluh ribu kilometer jauhnya dari rumah. Siap menempuh perjalanan darat dan laut menuju entah..

 Pulo Cinta.. kami datang.

Pulo Cinta.. saksikanlah, kekuatan doa dan cinta Emak saya, akhirnya membawa kami hingga titik ini.

Kami bertemu pak Anton, driver yang sejak sehari sebelumnya telah kami terima kontaknya untuk mempermudah komunikasi. Fyi, jika kalian menginap di Pulo Cinta Eco Resort, perjalanan dari serta menuju bandara sudah termasuk ke dalam paket. Jadi tidak perlu khawatir akan kebingungan menemukan angkutan yang tepat.

 

IMG20170825162438-01

Pak Anton yang menjemput kami begitu sigap. Tidak bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang tidak pernah ada habisnya jika sudah menjejak tempat baru. Perjalanan 2 jam menuju kabupaten Boalemo tidak begitu terasa karena memang jalannya mulus tanpa jeglongan sewu. Ma’e terkagum-kagum dengan deretan ladang jagung dan kelapa di sepanjang jalan yang serasa tak ada habisnya, sementara saya sibuk membayangkan seperti apa Pulo Cinta yang akan menjadi rumah kami 3 hari kedepan.

Continue reading “Cinta Emak di Pulo Cinta; Sebuah Perjalanan Hati (2)”

Cinta Emak di Pulo Cinta ; Sebuah Perjalanan Hati

“Kalau niatnya untuk membahagiakan orang tua, pasti ada jalan”

 

Saya tidak akan lupa kalimat singkat mbak Nuniek Tirta, kurang lebih 1 bulan sebelum saya akhirnya bisa membawa Ma’e (ibu) dalam perjalanan #CintaEmakdiPuloCinta. Saya sempat pesimis, perjalanan itu terlalu jauh untuk saya. Bukan semata jaraknya, melainkan hal-hal teknis yang harus saya siapkan untuk menebusnya seperti ijin ke kantor, beli tiket pesawat untuk berdua, memastikan Ma’e siap menempuh perjalanan darat, udara dan laut sekaligus secara maraton, dan seterusnya. Saya yang biasanya selalu optimis, saat itu entah kenapa seketika ciut membayangkan konsekuensi perjalanan menggiurkan tersebut.

For your info, saya mendapat perjalanan ke Pulo Cinta  gratis setelah mengikuti giveaway yang diadakan mbak Nuniek Tirta di blog beliau. Saat hendak mengikuti giveaway tersebut, sebagai bentuk optimisme ikut giveaway (ehem!) saya sempet-sempetnya tanya ke salah satu sahabat baik saya, mau nggak saya nominasikan untuk diajak ke Pulo Cinta kalau misal menang? Unfortunately, dia jawab nggak bisa. Saya serius memikirkan siapa yang bakal diajak kalau menang karena ini menjadi salah satu poin pertanyaan di giveaway nya. Jadi saya nggak bisa mengarang bebas, harus sesuai kenyataan dan benar-benar saya  ajak kesana.

21041760_1814550208558524_3011900272210345984_n

Lalu gimana ceritanya bisa kepikiran ngajak Ma’e?

Continue reading “Cinta Emak di Pulo Cinta ; Sebuah Perjalanan Hati”

Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

“Technology won’t ever replace teacher, but those who use technology will replace who don’t.”

Begitu prakata saya ketika memulai presentasi di hadapan puluhan guru terbaik se-Jawa Timur kala itu. Kami berkumpul di sebuah hotel berbintang guna memenuhi undangan Kementrian Pendidikan untuk sebuah pelatihan bergengsi; Instruktur Nasional Guru Pembelajar.

Pelatihan ini istimewa karena kami tidak dipilih berdasarkan rekomendasi atau penunjukan siapapun (seperti lazimnya pelatihan bagi guru yang hanya melibatkan guru yang ditunjuk sekolah) melainkan berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) online yang digelar di seluruh Indonesia. Sehingga walau tempat pelatihannya di Surabaya, kami ditunjuk langsung oleh kementrian pusat. Kami termasuk orang-orang pertama yang ‘menikmati’ program Guru Pembelajar ini sebelum ribuan guru seluruh Indonesia mengikuti rangkaian programnya baik secara online maupun offline.

wp-1471873727844.jpeg
peserta pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar

Namun bukan itu yang hendak saya ceritakan. Selang beberapa jam setelah saya menyampaikan quote yang jleb itu, saya harus menerima kenyataan pahit: laptop saya kehabisan baterai dan charger nya sama sekali tidak bisa digunakan! Padahal tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya tidak sedikit dan pelatihan hari itu berakhir hampir jam 10 malam. So i didn’t have other choices, saya nekat memesan ojek online dan menulis nama sebuah pusat perbelanjaan elektronik yang letaknya cukup jauh dari lokasi pelatihan di kolom tujuan. Saya yang sama sekali buta arah, pasrah saja ketika driver dengan lihai membelah jalan raya.

Continue reading “Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202”

Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

Raut lelah terpancar di wajah semua rangers yang bertugas hari itu (11/06/2017) walau tak ada satupun yang mengeluh apalagi mangkir dari tugas menyelesaikan project. Tak kurang dari tujuh dusun  yang semuanya terletak di pelosok cukup jauh dari pusat kecamatan berhasil kami jangkau dalam kegiatan Margomulyo Youth Movement (MYM) Baksos Ramadhan 1438 Hijriyah. Kami membagikan Alqur’an, Iqro’ dan  buku-buku keagamaan ke masjid dan mushola di berbagai penjuru Margomulyo.

Sebulan sebelumnya, kami baru saja menyelesaikan Gerakan Margomulyo Menginspirasi di 21 Sekolah Dasar se-kecamatan Margomulyo. Kegiatan yang sudah berjalan selama 2 tahun berturut-turut ini bahkan mulai menarik perhatian rekan-rekan dari kabupaten hingga provinsi. Release berita kami juga mulai tersebar hingga media nasional. Sebuah pencapaian matoh bagi kami yang bahkan sekedar basecamp resmi saja belum punya.

Continue reading “Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement”

#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa

Kalau baca jargon Dari Desa untuk Indonesia atau Dari Desa untuk Dunia misalnya, tentu sudah biasa dan mainstream, kan? Bagaimana kalau Dari Desa untuk Desa?

Hmm, itulah yang saya rasakan ketika pagi itu (12/05) berkesempatan sejenak berbagi di SMK Kehutanan Widya Nusantara, Maros, Sulawesi Selatan. Pak Bagus, sang kepala sekolah, sudah berulang kali memberi prolog bahwa sekolah beliau seperti sekolah Laskar Pelangi. Sekolah sederhana dengan jumlah murid yang sedikit, namun semangatnya luar biasa. Mengingatkan saya pada sekolah-sekolah di desa Ngelo, Margomulyo. Continue reading “#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa”

Yang Terkenang dari Dermaga Rammang Rammang

Cuaca mendung tak menghalangi kami menuju salah satu tempat wisata andalan kabupaten Maros, Rammang Rammang. Kabarnya, tempat itu adalah kawasan Karst terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di dunia. Siapa yang nggak penasaran coba?

Maka ketika rekan-rekan yang satu mobil dengan saya masih sibuk di parkiran sambil menunggu satu mobil lain yang juga akan bergabung bersama kami, saya sudah kabur mendekat ke dermaga. Tepat ketika bapak-bapak serta para pemuda tanggung setempat sedang berbincang santai sembari menunggu penumpang perahu mereka. Kesan pertama yang membuat saya nyaman berada di dermaga itu adalah tidak ada ‘perang’ sesama pengemudi perahu yang membuat mereka harus saling berebut dan memaksa siapapun yang baru sampai dermaga untuk segera mem-booking perahu. Continue reading “Yang Terkenang dari Dermaga Rammang Rammang”

Menyimak Cerita Ibu Martha

Apa yang biasa kalian lakukan saat hendak traveling ke suatu daerah yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya? Kalau saya, ada dua kemungkinannya. Pertama adalah berusaha se-well prepared mungkin khususnya tentang pengetahuan mengenai daerah tujuan. Googling apapun yang berkaitan dengan daerah tersebut biar pas disana sudah ada gambaran seperti apa tempat, makanan, kultur atau setidaknya hal-hal dasar tentang daerah tersebut yang harus diketahui.

Kemungkinan kedua, saya sengaja tidak mencari tahu apapun tentang daerah tersebut. Bukan karena nggak butuh, melainkan agar benar-benar ‘berpetualang’ dan totally get lost tanpa ada clue-clue yang udah tau sebelumnya. Jadi apapun yang akan ditemui sepanjang perjalanan bakal jadi pengalaman seru dan exciting.

Khusus perjalanan ke Sulawesi Selatan minggu lalu, saya sengaja memilih opsi kedua. Saya tidak mencari informasi apapun dan benar-benar menanti setiap ‘kejutan’ yang akan hadir selama perjalanan. Termasuk … tentang travel mate saya! Continue reading “Menyimak Cerita Ibu Martha”

Powered by WordPress.com.

Up ↑