Search

Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

“Technology won’t ever replace teacher, but those who use technology will replace who don’t.”

Begitu prakata saya ketika memulai presentasi di hadapan puluhan guru terbaik se-Jawa Timur kala itu. Kami berkumpul di sebuah hotel berbintang guna memenuhi undangan Kementrian Pendidikan untuk sebuah pelatihan bergengsi; Instruktur Nasional Guru Pembelajar.

Pelatihan ini istimewa karena kami tidak dipilih berdasarkan rekomendasi atau penunjukan siapapun (seperti lazimnya pelatihan bagi guru yang hanya melibatkan guru yang ditunjuk sekolah) melainkan berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) online yang digelar di seluruh Indonesia. Sehingga walau tempat pelatihannya di Surabaya, kami ditunjuk langsung oleh kementrian pusat. Kami termasuk orang-orang pertama yang ‘menikmati’ program Guru Pembelajar ini sebelum ribuan guru seluruh Indonesia mengikuti rangkaian programnya baik secara online maupun offline.

wp-1471873727844.jpeg
peserta pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar

Namun bukan itu yang hendak saya ceritakan. Selang beberapa jam setelah saya menyampaikan quote yang jleb itu, saya harus menerima kenyataan pahit: laptop saya kehabisan baterai dan charger nya sama sekali tidak bisa digunakan! Padahal tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya tidak sedikit dan pelatihan hari itu berakhir hampir jam 10 malam. So i didn’t have other choices, saya nekat memesan ojek online dan menulis nama sebuah pusat perbelanjaan elektronik yang letaknya cukup jauh dari lokasi pelatihan di kolom tujuan. Saya yang sama sekali buta arah, pasrah saja ketika driver dengan lihai membelah jalan raya.

Continue reading “Menjadi Pendidik Produktif dan Kreatif bersama Notebook Asus E202”

Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement

LOMBA-BLOG-ASUS-E202

Raut lelah terpancar di wajah semua rangers yang bertugas hari itu (11/06/2017) walau tak ada satupun yang mengeluh apalagi mangkir dari tugas menyelesaikan project. Tak kurang dari tujuh dusun  yang semuanya terletak di pelosok cukup jauh dari pusat kecamatan berhasil kami jangkau dalam kegiatan Margomulyo Youth Movement (MYM) Baksos Ramadhan 1438 Hijriyah. Kami membagikan Alqur’an, Iqro’ dan  buku-buku keagamaan ke masjid dan mushola di berbagai penjuru Margomulyo.

Sebulan sebelumnya, kami baru saja menyelesaikan Gerakan Margomulyo Menginspirasi di 21 Sekolah Dasar se-kecamatan Margomulyo. Kegiatan yang sudah berjalan selama 2 tahun berturut-turut ini bahkan mulai menarik perhatian rekan-rekan dari kabupaten hingga provinsi. Release berita kami juga mulai tersebar hingga media nasional. Sebuah pencapaian matoh bagi kami yang bahkan sekedar basecamp resmi saja belum punya.

Continue reading “Setumpuk Mimpi untuk  Margomulyo Youth Movement”

#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa

Kalau baca jargon Dari Desa untuk Indonesia atau Dari Desa untuk Dunia misalnya, tentu sudah biasa dan mainstream, kan? Bagaimana kalau Dari Desa untuk Desa?

Hmm, itulah yang saya rasakan ketika pagi itu (12/05) berkesempatan sejenak berbagi di SMK Kehutanan Widya Nusantara, Maros, Sulawesi Selatan. Pak Bagus, sang kepala sekolah, sudah berulang kali memberi prolog bahwa sekolah beliau seperti sekolah Laskar Pelangi. Sekolah sederhana dengan jumlah murid yang sedikit, namun semangatnya luar biasa. Mengingatkan saya pada sekolah-sekolah di desa Ngelo, Margomulyo. Continue reading “#CatatanDariMaros; Dari Desa Untuk Desa”

Yang Terkenang dari Dermaga Rammang Rammang

Cuaca mendung tak menghalangi kami menuju salah satu tempat wisata andalan kabupaten Maros, Rammang Rammang. Kabarnya, tempat itu adalah kawasan Karst terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di dunia. Siapa yang nggak penasaran coba?

Maka ketika rekan-rekan yang satu mobil dengan saya masih sibuk di parkiran sambil menunggu satu mobil lain yang juga akan bergabung bersama kami, saya sudah kabur mendekat ke dermaga. Tepat ketika bapak-bapak serta para pemuda tanggung setempat sedang berbincang santai sembari menunggu penumpang perahu mereka. Kesan pertama yang membuat saya nyaman berada di dermaga itu adalah tidak ada ‘perang’ sesama pengemudi perahu yang membuat mereka harus saling berebut dan memaksa siapapun yang baru sampai dermaga untuk segera mem-booking perahu. Continue reading “Yang Terkenang dari Dermaga Rammang Rammang”

Menyimak Cerita Ibu Martha

Apa yang biasa kalian lakukan saat hendak traveling ke suatu daerah yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya? Kalau saya, ada dua kemungkinannya. Pertama adalah berusaha se-well prepared mungkin khususnya tentang pengetahuan mengenai daerah tujuan. Googling apapun yang berkaitan dengan daerah tersebut biar pas disana sudah ada gambaran seperti apa tempat, makanan, kultur atau setidaknya hal-hal dasar tentang daerah tersebut yang harus diketahui.

Kemungkinan kedua, saya sengaja tidak mencari tahu apapun tentang daerah tersebut. Bukan karena nggak butuh, melainkan agar benar-benar ‘berpetualang’ dan totally get lost tanpa ada clue-clue yang udah tau sebelumnya. Jadi apapun yang akan ditemui sepanjang perjalanan bakal jadi pengalaman seru dan exciting.

Khusus perjalanan ke Sulawesi Selatan minggu lalu, saya sengaja memilih opsi kedua. Saya tidak mencari informasi apapun dan benar-benar menanti setiap ‘kejutan’ yang akan hadir selama perjalanan. Termasuk … tentang travel mate saya! Continue reading “Menyimak Cerita Ibu Martha”

Betapa Mudahnya Menebar Hoax

Dulu mungkin kita berpikir bahwa menciptakan dan menyebarkan konten hoax hanya bisa dilakukan oleh para ahli IT, buzzer profesional atau setidaknya para pegiat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Namun kini konten hoax dengan mudah kita temui berseliweran di layar gadget bahkan mungkin tanpa sengaja kita pun ikut andil menyebarkannya. Yang lebih parah, kini siapapun bisa dengan sangat mudah membuat konten hoax.

Kurang lebih satu minggu yang lalu misalnya. Saya diberondong beragam komentar dari banyak orang gara-gara mengupload screenshoot ini,

Continue reading “Betapa Mudahnya Menebar Hoax”

Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Suatu Saat Kamu akan Mengerti

​Dulu saya sempat ‘marah’ ketika harus melepaskan cita-cita menjadi Pengajar Muda. Saya yang udah ikut roadshow, udah mikir outline essay, udah beli buku Indonesia Mengajar bahkan udah konsultasi dengan alumni Pengajar Muda harus memilih jalur lain. Jalur yang memberi beberapa bulan masa galau dan jetlag.


Saya juga sempat protes dalam hati ketika mimpi jadi announcer tercapai, persis di stasiun radio impian. Bukan karena radionya, melainkan proses traaining sebelum bisa on air yang sangat menguji komitmen. Bukannya langsung bisa mengudara, saya harus belajar smiling voice, senam muka, menyusun playlist, mendengar ribuan lagu bahkan merubah gaya bicara agar cukup layak menyapa pendengar. Semuanya dari nol, bahkan sedikit ‘modal’ cerewet saya sama sekali tak berarti. Saya capek, saya sempat akan menyerah, saya sempat iri pada announcer junior di radio lain yang prosesnya jauh lebih simple.


You know what?

Pada akhirnya saya sekarang sadar semua marah, kecewa, capek dan perasaan ‘i should not be here’ itu justru adalah hal-hal yang tak seharusnya pernah saya simpan. Bagaimana tidak, justru karena plan A saya tidak berjalan itulah maka Allah memberi kesempatan untuk menjalani plan B hingga Z yang bahkan tak pernah saya bayangkan sebelumnya.


‘Kemarahan’ saya pada mimpi Indonesia Mengajar, adalah salah satu bahan bakar energi saya untuk MYM. Ternyata justru ada banyak PR di kampung halaman saya yang tak kalah menantang dibanding lokasi penempatan Pengajar Muda. Begitupun dengan semua training melelahkan di studio yang sempat saya benci, ternyata adalah penyumbang terbesar dalam hampir semua aktifitas saya menggerakkan anak-anak muda.


Tak pernah ada yang sia-sia. Bahkan untuk hal-hal yang kadang tidak kita terima secara logika. Maka untukmu yang mungkin sekarang sedang marah pada keadaan atau berpikir untuk menyerah, simpan saja kecewamu dan kelak kamu akan berterima kasih pada setiap episode itu. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu saat kamu akan mengerti.


Ini adalah pengingat bagi saya sendiri, sebenarnya. Bahwa setiap kejadian pasti menyimpan hikmah dan tujuan, walau kadang itu harus dibayar mahal dengan air mata, marah atau hati yang berdarah. Walau butuh waktu lama untuk menyadari hal-hal itu, semoga saya selalu ingat.
Maka terima kasih untukmu yang selalu ada dalam setiap episode marah dan kecewaku. Karena kamu yang tetap bersetia dalam kecewa, sudah tentu layak diingat ketika berbahagia. 💝

Andai Semua Orang Pernah Ikut Lomba Debat

Banyak kesempatan luar biasa yang sangat saya syukuri dalam hidup. Jalan-jalan gratis, gadget gratis, para sahabat baik, ketemu orang penting atau mendapat penghargaan bisa saja saya tulis di urutan atas. Tapi sepertinya saya berubah pikiran. Yang perlu saya tulis di urutan atas justru adalah kesempatan yang pernah membuat saya stres berkepanjangan: lomba debat.

Continue reading “Andai Semua Orang Pernah Ikut Lomba Debat”

Powered by WordPress.com.

Up ↑