[UPDATE: Alhamdulillah, tulisan ini menjadi salah satu artikel terbaik Sharing Wisata Green Industry Semen Indonesia.]

Bekerja di sebuah lembaga penyalur tenaga kerja saat kuliah demi gelar sarjana membuat saya akrab dengan dunia kerja, pabrik dan industri di Indonesia. Berurusan dengan HRD perusahaan, MoU antar lembaga penyalur dan pabrik, serta mengetahui seluk beluk pabrik termasuk sistem dan lingkungan kerja serta perekrutan karyawan adalah ‘makanan sehari-hari’ untuk saya selama kurang lebih lima tahun terakhir ini. Dan dari sekian banyak pengalaman dan kesempatan interaksi dengan dunia industri Indonesia tersebut, salah satu yang paling saya suka adalah kesempatan kunjungan industri ke pabrik. That was one of the greatest part of my job.

Tapi semua kesan dari perusahaan-perusahaan yang pernah saya kulik berubah setidaknya sampai 13 Desember 2014 kemarin. Ketika sebuah acara bertajuk Wisata Green Industry yang diadakan Semen Indonesia atau #WGISemenIndonesia berhasil merubah paradigma saya tentang dunia industri khususnya pabrik dan kebijakan lingkungan. Sebuah event kunjungan industri ke pabrik Semen Indonesia di Tuban yg dikemas dengan apik dan out of the box tersebut membuka mata saya akan banyak hal yang selama ini luput dari pengamatan saya selama ini. Apakah itu?

Konsep

Let us start with the concept. Konsep #WGISemenIndonesia ini unik. Kalau biasanya pabrik membuka diri untuk kalangan-kalangan formal, dunia industri, pengguna jasa serta orang-orang yang memang berkepentingan dengan pabrik tersebut, maka Semen Indonesia justru sebaliknya. Event #WGISemenIndonesia justru menjadi ajang berkumpul ‘orang-orang awam’ yang tidak secara khusus memang berurusan dengan dunia persemenan sebelumnya.

B4tVZaTCQAAmgjt
We’re Blogger and We’re in #WGISemenIndonesia!

Acara ini justru dikemas untuk para pegiat sosial media yang notabene adalah kumpulan orang-orang kepo (including me for sure) yang selalu ingin mengetahui dan menulis apapun yang mereka ingin dan telah temui secara blak-blakan dan no offence sama sekali. Semen Indonesia did it very well. Sehari mengajak para aktifis dunia maya, hashtag #WGISemenIndonesia langsung menjadi obrolan hangat di sosial media. Sebuah langkah ‘anti mainstream’ yang berdampak besar untuk eksistensi Semen Indonesia di dunia maya, dunia yang kini tengah menjadi salah satu sumber referensi yang paling banyak digandrungi masyarakat Indonesia.

Siap Dibully

Sekitar dua minggu sebelum acara #WGISemenIndonesia, saya cukup tertegun ketika artikel berita tentang penolakan pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang yang diulas kompas.com menjadi salah satu bacaan di soal CAT CPNS yang saya ikuti. Ini adalah salah satu bukti bahwa isu ini telah menjadi salah satu isu nasional terhangat saat ini. Jika teman-teman tidak atau belum tau tentang pro kontra pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang bisa dibaca disini, disini atau disini. Di tengah arus penolakan yang sedemikian masif, dengan mengundang para aktifis sosial media (yang tentunya sangat paham isu-isu terkini), apakah sepertinya Semen Indonesia ingin ‘bunuh diri’ dan dibully?

Ya, setidaknya itulah salah satu fragmen diskusi yang memang berjalan cukup alot dalam acara #WGISemenIndonesia. Pada sesi diskusi, topik inilah yang paling banyak menyita perhatian para peserta selain topik tentang CSR dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sesi Diskusi, saatnya 'pembantaian' Semen Indonesia oleh Blogger!
Sesaat sebelum sesi Diskusi, sesi ‘pembantaian’ Semen Indonesia oleh Blogger!

Dan apa yang terjadi saat diskusi itu membuktikan kualitas Semen Indonesia sebagai salah satu BUMN terdepan Indonesia. Penjelasan rinci dan transparan tentang semua hal mengenai isu itu justru membuat Semen Indonesia panen tepuk tangan. Ketika media-media online, cetak maupun elektronik negeri ini banyak memberitakan isu negatif pendirian pabrik di Rembang, penjelasan rinci tentang kepastian pemerhatian lingkungan dari Semen Indonesia yang dijabarkan oleh jajaran direksi pada seluruh peserta #WGISemenIndonesia membawa angin segar pemberitaan negatif yang selama ini beredar. Bahkan secara tegas Semen Indonesia membuka diri dan mengundang semua pihak baik akademisi, komunitas online/offline maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui isu ini secara mendalam langsung dari sumbernya untuk berdiskusi dengan mereka. Ini terjadi ketika salah satu peserta dari Blogger Rembang memberikan kritik kenapa yang diundang ke acara tersebut kebanyakan Blogger dari luar Rembang. Karena menurutnya, yang saat ini sangat butuh penjelasan dan bukti pemerhatian lingkungan hidup oleh Semen Indonesia adalah warga masyarakat Rembang dan para Blogger Rembang khususnya sebagai salah satu ujung tombak informasi di dunia maya. Maka saat itu  juga, jajaran direksi membuatkan jadwal sharing khusus dengan semua anggota Blogger Rembang seminggu setelah acara #WGISemenIndonesia. Wow!

Makin lama makin panas, diskusi #WGISemenIndonesia
Makin lama makin panas, diskusi #WGISemenIndonesia

Ini hanya satu dari sekian banyak usaha yang dilakukan Semen Indonesia untuk meyakinkan masyarakat lokal dan dunia bahwa pendirian pabrik tersebut aman untuk lingkungan. Karena di Rembang sendiri, jajaran direksi hingga karyawan Semen Indonesia telah aktif mendekati sekaligus menjelaskan secara langsung pada masyarakat tentang jaminan perlindungan lingkungan. Penjelasan tentang berbagai upaya seperti mendirikan pabrik berkonsep green industry (memperhatikan dampak lingkungan hidup), pemberian space untuk lahan pertanian dan penghutanan, jaminan keamanan lingkungan pabrik dan sebagainya menjadikan #WGISemenIndonesia sebagai salah satu cara super efektif menyebarkan counter berita negatif selama ini.

 Inside Semen Indonesia

Bukan kunjungan industri namanya kalau tidak ngubek-ubek isi pabrik seperti Laptop Si Unyil dong. Begitu pula #WGISemenIndonesia. Bedanya, karena judulnya adalah Wisata Green Industry, kegiatan ini lebih banyak berisi penjelasan jajaran direksi tentang upaya perusahaan untuk menjaga Semen Indonesia sebagai BUMN yang peduli lingkungan. Peserta diajak untuk berkeliling tidak hanya di dalam pabrik namun juga lingkungan sekitar pabrik yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk lahan pertanian. Dan jangan membayangkan pabrik Semen Indonesia di Tuban sebagai sebuah pabrik raksasa di tanah eksklusif area industri. Sama sekali salah, pabrik ini justru sangat dekat dengan sawah penduduk, sumber pengairan (yang berupa area bekas tambang yang disulap menjadi semacam waduk untuk petani) serta pohon-pohon menghijau di sekitar area pabrik. Sama sekali jauh dari bayangan, kan?

B4t3cnHCAAAD4-l

Wisata GREEN Industry banget :)
Wisata GREEN Industry banget 🙂

Di dalam pabrik kami juga diijinkan untuk melihat kecanggihan teknologi berpadu dengan pemerhatian lingkungan. Diantaranya pada sebuah ruang bernama Central Control Room yang menjadi pusat pengendalian pabrik. Jadi walaupun pabrik tersebut terdiri dari bangunan-bangunan dan alat super besar, jangan heran kalau semuanya ‘minim operator’ karena semua pekerjaan tidak dioperasikan secara terpisah di masing-masing kilang oleh para operator melainkan dikendalikan oleh operator di belakang komputer Central Control Room. Keren!

Keriuhan dan ke-'gumun'-an di Central Control Room
Keriuhan dan ke-‘gumun’-an di Central Control Room

Yang tak kalah menyita perhatian saya adalah penggunaan sekam padi sebagai salah satu bahan bakar alternatif selain batu bara di pabrik Semen Indonesia. Saya mengetahui mulai diliriknya sekam padi untuk bahan bakar industri ini pertama kalinya ketika mengikuti Kemah Riset Nasional di IPB Bogor tahun lalu. Salah satu pabrik yang dijadikan contoh oleh IPB dalam penggunaan sekam padi tersebut adalah Semen Indonesia. Dan ternyata benar. Sebuah gudang penyimpanan sekam padi dalam jumlah sangat besar (tentu saja!) menjadi salah satu suguhan utama #WGISemenIndonesia.

Kami juga mendapat ‘bonus’ kegiatan diluar pabrik yang justru kami dapat di awal kunjungan: kesempatan melihat dan berdiskusi langsung dengan pemilik salah satu UKM binaan Semen Indonesia di Lamongan. Ini penting karena seperti yang kita tahu salah satu tanggung jawab setiap perusahaan adalah program CSR. Selain memberi beasiswa pendidikan serta pelatihan wirausaha, Semen Indonesia juga concern membantu dan membina UKM menjadi usaha yang kuat. Sebagai contoh sebuah galeri handycraft R n D di Lamongan yang kami kunjungi. Walau letaknya di Lamongan (sementara pabrik yang kami kunjungi berada di Tuban), UKM ini menjadi salah satu mitra binaan yang cukup sukses dengan omset ratusan juta per bulan.

Antusiasme peserta #WGISemenIndonesia di salah satu UKM mitra binaan CSR Semen Indonesia @ Lamongan.
Antusiasme peserta #WGISemenIndonesia di salah satu UKM mitra binaan CSR Semen Indonesia @ Lamongan.

Semen Indonesia juga membuka diri untuk UKM-UKM lain dari berbagai daerah untuk menjadi mitra binaan dan tumbuh bersama, kokoh tak tertandingi seperti tagline perusahaan yang berdiri 7 Agustus 1957 tersebut.

So, kesimpulan saya sebagai salah satu orang yang beruntung bisa menjadi bagian dari #WGISemenIndonesia adalah, Semen Indonesia berhasil membuka diri sebagai perusahaan yang sama sekali tidak ‘angkuh’ atau ‘kejam’. Justru sebaliknya, perusahaan yang terdiri dari 4 perusahaan utama (Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long Cement Vietnam) ini berhasil menciptakan aura persahabatan yang kental. Jajaran direksi yang bersedia duduk diskusi bersama dengan berbagai kalangan, menjawab semua rasa penasaran dengan pemaparan detail dan terperinci, serta kesempatan ‘membuka dapur’ mereka untuk kami eksplor seluas-luasnya, adalah hal-hal yang hingga saat ini hanya bisa saya temui di Semen Indonesia.  Walau dengan background pekerjaan saya yang dekat dengan dunia industri sejak dulu.

Last but not least, dengan semua yang telah saya dapat dan rasakan selama #WGISemenIndonesia, boleh kan kalau saya umpamakan Semen Indonesia seperti seorang sahabat yang mengundang siapapun untuk berkenalan dan menjadikannya kawan?

Sekali lagi, Wisata Green Industry Semen Indonesia tak lebih dari sebuah kunjungan industri dengan rasa persahabatan. Terima kasih, Semen Indonesia! (*)

*NB: Semua gambar diambil dari sini.

Advertisements