Siang itu (6/6) auditorium Semen Indonesia plant Tuban terlihat ramai. Para peserta Wisata Green Industry atau WEGI angkatan 3 masih sibuk saling bertukar sapa dan membahas banyak hal. Saya sendiri baru saja berkenalan dengan peserta tuan rumah, dua gadis Tuban bernama Wiwik dan Arrum dengan ceritanya masing-masing. Keakraban langsung meluas seisi ruangan, kami yang sebelumnya bahkan tak saling kenal tiba-tiba sudah terlibat obrolan asyik kesana kemari.

Seperti yang saya tulis disini, saya akhirnya kembali ikut acara kece dari Semen Indonesia. Dan sebelum bercerita lebih jauh, saya juga harus angkat jempol untuk panitia yang udah berhasil bikin saya untuk pertama kalinya dalam sejarah blogging sejauh ini (serius!) dalam satu hari bisa posting empat blogpost on the spot! Wuiih.. langka banget nih. Biasanya saya kalau ngeblog paling banter satu posting dalam satu hari, itupun harus edit sana sini baru fix bisa diposting. Kalaupun dalam satu hari bisa post banyak tulisan bukan karena dibikin di hari itu, melainkan karena banyak tulisan yang udah siap tapi koneksi internet baru dapat beberapa hari setelahnya. Heuheu. Tapi kemarin saat acara #WEGI3Semenku, saya bisa bikin empat posting sekaligus selama acara. Walau yang satu gagal terposting gara-gara baterai gadget abis. Hiks. Tulisan on the spot alias #liveblogging saya ada disini, disini dan disini. Boleh kok diklik lalu dibaca, nggak usah sungkan gitu.

Trus kenapa seorang Winwin yang selalu butuh waktu sekian lama untuk ‘mematangkan tulisan’ bisa dengan mudah dan lancar jaya membuat empat blogspost dalam waktu singkat? Mau tau? Mau tau aja apa mau tau banget?

Yang pertama, saya harus cerita dulu bahwa pabrik Semen Indonesia itu letaknya di kecamatan Merakurak, kabupaten Tuban, provinsi Jawa Timur. Untuk membayangkan seberapa jauhnya Merakurak dari ibukota, silakan bayangkan perjalanan darat kurang lebih 22 jam untuk sampai sana. Dijamin bakal ngerasain duduk manis di kendaraan sampai bete baru sampai, deh. Atau kalau mau lebih deket, kita bayangin seberapa ‘ndeso’ letaknya dari Surabaya which is ibukota provinsi Jawa Timur ya. Dari Surabaya, jika perjalanan lancar maka butuh waktu sekitar 3-4 jam untuk sampai ke lokasi dan tentu saja lebih jika terkena macet. Akses jalan kesana memang bagus alias nggak terlalu banyak jalan rusak (ya iyalah pabrik semen masa jalannya jelek?!), tapi lokasi pabrik Semen Indonesia ini sama sekali nggak layak disebut ‘kota’. Lokasinya terpencil di pedesaan nun jauh di pelosok Tuban. Yaa nggak beda jauh sama kampung saya gitu, deh.

salah satu sisi pabrik Semen Indonesia Tuban
salah satu sisi pabrik Semen Indonesia Tuban

Trus apa hubungannya dengan rekor jumlah blogpost tadi?

Jadi, walau letaknya lumayan terpencil dan jauh dari pusat kota, sinyal internet di lokasi pabrik Semen Indonesia jangan ditanya. Lantjar jaya meeen! Itu juga mungkin alasan mereka dengan pedenya bikin lomba livereport selama acara, karena nggak ada ceritanya ngadat buat update status FB, ngetwit bahkan ngeblog dari lokasi pabrik Semen Indonesia. Udah gitu ada wifi gratis yang wuuzzz wuzzz pula. Uh yeah!

Jadi (lagi) selain bisa posting, saya bisa ngetwit dan nge-status berpuluh-puluh kali selama acara. Teman-teman se-timeline sampai pada kepo gitu lah pokoknya. Haha. Salut buat fasilitas dan akses internet yang mumpuni untuk pabrik semen dengan kapasitas produksi semen terbesar se-Asia ini.

WEGI 3 berbaik hati membawa peserta ke dalam perusahaan lebih jauh. Ibarat kata kita sedang masuk ke sebuah rumah, maka kita diajak untuk masuk ke dapur, ruang keluarga, taman belakang bahkan sampai tempat pembuangan sampah. Eits, jangan bayangin dulu kita bakal main kotor-kotoran di adukan bahan semen, ya. A big No!

Peserta WEGI angkatan 3 sendiri berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, Tengah, Barat dan Jogjakarta. Dan yang bikin seru, kami dibagi dalam tiga koridor dengan tiga destinasi berbeda. Koridor Selatan (dari Surabaya) diajak mengunjungi proyek Waste to Zero Semen Indonesia yaitu tempat pengolahan limbah sampah se-kota Gresik untuk selanjutnya dijadikan bahan bakar alternatif di Ngipik-Gresik. Peserta koridor Tengah (Lamongan) rencananya di bawa ke UKM Binaan Semen Indonesia yaitu sebuah gallery handycraft R n D di Lamongan walau akhirnya batal karena satu dan lain hal yang sudah saya tulis disini. Sementara satu koridor baru yaitu koridor Utara (dari Semarang) dibawa mengunjungi UKM Binaan pembuatan batik Gedog di Tuban plus kawasan green belt Semen Indonesia. Semua kegiatan tadi sebagai menu pembuka sebelum sajian utama di pabrik PT Semen Indonesia yaitu diskusi dengan jajaran direksi dan keliling pabrik.

berbincang dengan karyawan PT Semen Indonesia di lokasi bekas tambang batu kapur.
berbincang dengan karyawan PT Semen Indonesia di lokasi bekas tambang batu kapur.

Komunitas Green Industry

Inilah salah satu yang menarik dari PT Semen Indonesia dan mungkin pertama kali ada di Indonesia. Para peserta Wisata Green Industry yang saat ini sudah sampai angkatan ke-tiga (dan gosipnya sih akan terus diadakan lagi) secara tidak langsung telah menjadi semacam komunitas tersendiri bernama Komunitas Green Industry. Komunitas inilah yang membantu PT Semen Indonesia dalam menyuarakan keadaan faktual dan kebijakan resmi PT Semen Indonesia yang terkadang mendapat pelintiran media massa. Peserta WEGI 3 diberi akses ke dalam perusahaan dan berhak menanyakan segala hal terkait isu-isu terkini perusahaan. Kami diberi kesempatan untuk melihat, mendengar dan bertanya langsung mengenai isu-isu terkait PT Semen Indonesia secara umum maupun terkait operasional pabrik Tuban maupun Rembang (karena hingga saat ini acara WEGI baru dilaksanakan di pabrik Tuban dan Rembang).

Nah, kece badai kaan? Makanya buat kalian yang penasaran sama PT Semen Indonesia, pastikan mendaftarkan diri untuk Wisata Green Industry selanjutnya ya! Kepoin terus aja web nya di http://wisatagreenindustry.com.

Sampai ketemu di Semen Indonesia!

*PD banget bakal diundang lagi* 😀

Advertisements